Lokasi: Beranda > Berita > Waspada Risiko Skin Barrier Rusak karena Layering Skincare Sembarangan

Waspada Risiko Skin Barrier Rusak karena Layering Skincare Sembarangan

Waktu: 2026-07-30 07:05:09Sumber: Hill MarkerKategori: Berita

Selain penggunaan produk perawatan kulit yang tidak tepat, gaya hidup tidak sehat juga dapat menghambat kemampuan sel untuk meregenerasi diri.

"Mental state kita itu bisa berefek ke kondisi skin barrier , kortisolnya jadi tinggi, jadi timbul jerawat," ucap Xaviera.

Risiko kerusakan struktur pelindung kulit

Dokter Iksanuddin Qothi mengatakan, area wajah memiliki batasan toleransi maksimal dalam menerima paparan zat aktif dari produk yang dioleskan.

Ilustrasi produk skincare.Unsplash Ilustrasi produk skincare.

Ketika batasan ini terus-menerus dilewati tanpa memberikan jeda yang cukup, lapisan terluar yang berfungsi sebagai skin barrier akan rusak.

"Kalau pada bagian kulit luarnya ini sudah bermasalah, salah satunya karena penggunaan zat aktif yang berlebihan, dan mungkin orang itu tidak aware atau tidak paham bahwa kulitnya punya batasan khusus, bisa rusak skin barrier-nya," papar dr. Iksan.

Kondisi stratum korneum (lapisan terluar epidermis) yang hancur membuat wajah kehilangan kemampuan untuk menahan kelembaban dan juga melindungi kulit dari paparan luar.

"Efeknya bisa secara klinis atau gejala. Misalkan orang itu merasakan perih, tersengat gitu. Atau terlihat secara fisik, kelihatan kemerahan dan kulitnya lebih gampang berjerawat," tutur dr. Iksan.

Skin barrier memang tersebar di seluruh tubuh, tetapi kerusakannya paling mudah terlihat di wajah.

Kembali ke basic skincare untuk memulihkan wajah

Saat ini, tren di kalangan dermatolog justru bergeser ke konsep "skinimalism", yaitu menggunakan lebih sedikit produk dengan kandungan aktif yang terbukti efektif.

Pendekatan ini dinilai lebih mudah dijalankan, mengurangi risiko iritasi, dan sering kali memberikan hasil yang sama baiknya dibanding rutinitas yang sangat panjang.

Prinsip minimalis ini juga diterapkan untuk memperbaiki skin barrier yang rusak.

Menurut dr. Iksan langkah pemulihan skin barrier hanya dibatasi pada tiga hal.

"Menyembuhkan skin barrier itu berarti fondasinya harus dibenarkan. Tiga hal basic skincare. Yang pertama dibersihkan, yang kedua adalah dilembapkan, yang ketiga diproteksi," imbuh dia.

Dengan kata lain, kamu hanya memerlukan pembersih wajah, pelembab, dan tabir surya. Tambahkan micellar water atau cleansing balm jika ingin double cleansing, terutama setelah seharian berada di luar rumah.